Turnamen Phoenix Ditutup, Batasan Minuman Keras karena Lapangan Terlalu Penuh

2 min read

Pertandingan Golf Phoenix Terbesar Mengalami Pembatasan Masuk Pengunjung

SCOTTSDALE, Arizona — Bahkan Phoenix Open yang terkenal bebas kendali pun memiliki batasan atas seberapa banyak pesta yang diperbolehkan di lapangan golf.

Turnamen di TPC Scottsdale berhenti mengizinkan penggemar masuk ke area sekitar pukul 14.00 waktu setempat pada Sabtu karena kerumunan yang terlalu padat. Penjualan minuman alkohol pun untuk sementara dihentikan di beberapa lokasi sekitar lapangan, dengan harapan agar pesta dapat diredam.

Ini adalah pertama kalinya Phoenix Open harus memutarbalikkan pemegang tiket setidaknya untuk sementara.

Kerumunan besar datang ke Scottsdale meskipun kondisi cuaca tidak ideal. Hujan dan suhu sekitar 40 derajat Fahrenheit terjadi sebagian besar pagi sebelum matahari mulai muncul dari awan dan suhu naik menjadi 50 derajat Fahrenheit.

“Pintu masuk WM Phoenix Open sementara ditutup karena kerumunan yang lebih besar dari biasanya, dan layanan antar-jemput ke acara dihentikan,” begitu bunyi pernyataan dari turnamen tersebut di media sosial. “Layanan antar-jemput kembali ke tempat parkir akan tetap berjalan. Terus pantau saluran kami untuk pembaruan.”

Jordan Spieth mengatakan kepada wartawan bahwa kerumunan yang meluap itu memengaruhi kembalinya ke lapangan untuk tee time babak ketiga petang.

“Ketika saya pulang dan kembali, saya tidak bisa lewat jalan yang sama,” kata Spieth, seperti dilansir oleh SI.com. “Petugas kepolisian telah menutup jalannya, sehingga saya memilih rute lain untuk kembali ke lapangan.”

“Ketika dia mengatakan itu, saya pikir mungkin kami akan kesulitan petang ini, tetapi kami sedang berada di depan sembunyiannya jadi sedikit lebih tenang, dan saya dengar mereka sudah menghentikan penjualan minuman alkohol.”

The Phoenix Open, yang dijuluki “Greatest Show on Grass,” tak ada tandingannya dalam dunia golf. Massa hingga 200.000 penggemar memadati Stadium Course TPC Scottsdale dengan sorakan, cercaan, dan sesekali disiram bir.

Pusat pesta kerumunan yang ramai adalah hole 16, sebuah par-3 yang dipenuhi dengan pesta dari beberapa tingkat, di mana tanda “Diam tolong” seringkali direspons dengan ketidaksetujuan.

Jumat lalu, seorang wanita mengalami luka-luka yang tidak mengancam jiwa setelah terjatuh di hole ke-16. Belum diketahui apakah wanita tersebut telah minum alkohol sebelum kejadian tersebut.

Spieth mengharapkan kerumunan besar akan datang pada hari Minggu, karena masih banyak pemain yang perlu menyelesaikan babak ketiga mereka sebelum memulai babak terakhir.

“Sabtu biasanya adalah hari besar, tetapi dengan 27 hole besok, kami mungkin akan melihat lebih banyak orang datang dari biasanya pada hari Minggu,” katanya.

Kontribusi dari Associated Press telah menguatkan laporan ini.

Brendan Murphy https://ohwboutique.com

Brendan Murphy adalah seorang jurnalis berbakat yang dikenal karena pengamatannya yang tajam terhadap detail dan hasratnya dalam bercerita. Dengan kemampuannya untuk mengungkapkan narasi yang memikat, Brendan telah menetapkan dirinya sebagai seorang yang dipercaya dalam dunia jurnalistik. Dedikasinya untuk menyampaikan berita yang akurat dan menggugah pemikiran telah membuatnya memiliki reputasi yang sangat baik. Dilengkapi dengan rasa ingin tahu yang tak kenal lelah dan kepiawaiannya dalam merangkai kata-kata, Brendan Murphy terus menginspirasi dan memberi informasi kepada pembaca melalui artikel-artikel yang menarik dan cerita yang menggugah.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours