Iga Swiatek Memberikan Selamat kepada Rekan Sebangsanya, Hubert Hurkacz, atas Kemenangan di Shanghai Masters

2 min read

Iga Swiatek, yang baru saja memenangkan China Open, mengungkapkan kegembiraannya kepada Hubert Hurkacz, rekan sebangsanya yang meraih gelar Masters keduanya di Shanghai pada hari Minggu.

Petenis peringkat dua dunia WTA itu merespons pesan emosional dari Hurkacz. Petenis asal Polandia itu berterima kasih kepada teman-temannya, keluarganya, dan penonton Shanghai atas kemenangan “istimewa” sambil juga memuji penampilan Andrey Rublev selama kompetisi.

“Kerja bagus, Hubi! Selamat yang besar,” tulis Swiatek.

Andrey Rublev berhasil melaju ke babak final dengan kemenangan straight-set dalam semua pertandingannya di Shanghai. Sementara itu, Hurkacz harus berjuang hingga set ketiga melawan Zhang Zhizhen dan Fabian Marozsan sebelumnya dalam kompetisi.

Setelah mengalahkan Sebastian Korda dengan skor 6-3, 6-4 di babak semifinal, petenis Polandia ini kalah set kedua dari Rublev di final. Namun, dia memastikan bahwa pukulan servis pertamanya yang kuat membantunya menang melawan petenis Rusia peringkat lima dalam final yang sangat penting.

Setelah kalah dari Rublev di Dubai dan Indian Wells tahun lalu, Hubert Hurkacz mengalahkan pemain 25 tahun itu dalam perlombaan menuju gelar Masters keduanya. Rublev telah memenangkan Masters Monte-Carlo awal musim ini, sementara Hurkacz menjadi juara di Miami pada tahun 2021.

Hubert Hurkacz menjadi pemain pria Polandia tertinggi dalam sejarah setelah naik ke peringkat ATP dunia nomor sembilan pada tahun 2021. Sementara itu, mantan petenis peringkat satu dunia WTA, Iga Swiatek, adalah orang Polandia pertama yang memenangkan gelar Grand Slam.

Musim 2023 yang Penuh Tantangan bagi Iga Swiatek

Musim 2023 tidak dimulai sesuai rencana bagi Iga Swiatek karena dia dikalahkan oleh Elena Rybakina di putaran keempat Australia Terbuka. Namun, dia bangkit dengan kemenangan di Qatar Open namun gagal mengalahkan Barbora Krejcikova di final Kejuaraan Tenis Dubai.

Elena Rybakina mengakhiri langkah pemain kelahiran Warsawa ini di semifinal Masters Indian Wells. Namun, Swiatek membuat pernyataan besar dengan mengalahkan Aryna Sabalenka di final Stuttgart Open.

Persaingan sengit antara Sabalenka dan Swiatek terus berlanjut di final Madrid, dengan Belarusia memenangkan pertarungan itu. Rybakina, sementara itu, melaju ke semifinal Italian Open dengan mengalahkan pemain Polandia berusia 22 tahun ini di Roma.

Iga Swiatek mempertahankan supremasinya di Roland Garros tetapi kalah dari Elina Svitolina di perempat final Wimbledon. Dia kemudian meraih kemenangan di kandangnya, Polandia, sebagai juara Grand Slam empat kali. Namun, kekalahan semifinal dari Jessica Pegula di Canada Open menyusul.

Coco Gauff mengejutkan petenis unggulan teratas di Cincinnati, sementara Jelena Ostapenko mengalahkan Swiatek di putaran keempat US Open. Meskipun kalah di perempat final melawan Veronika Kudermetova, Iga Swiatek memperlihatkan ketangguhannya dengan mengalahkan Liudmila Samsonova untuk meraih kemenangan di Beijing.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours