Bulu tangkis di Jepang | BadmintonCentral

3 min read

BAM dan CHN Perlu Perbaiki Manajemen dan Kepemimpinan Menurut Pengamat

Dalam dunia bulu tangkis, memiliki sumber daya yang cukup tidaklah cukup. Yang lebih penting adalah bagaimana sumber daya tersebut digunakan secara efektif. Hal ini tampak pada BAM (Badminton Association of Malaysia) dan CHN (China), di mana keduanya memiliki sumber daya yang melimpah namun belum mampu menghasilkan hasil yang konsisten.

Salah satu pengamat bulu tangkis, yang akrab disapa pjswift, menyatakan bahwa BAM dan CHN harus melakukan perbaikan dalam bidang manajemen dan kepemimpinan. PJswift menyoroti bahwa CHN memiliki semua sumber daya yang dibutuhkan, namun para pelatih mereka sangat teliti dalam mengidentifikasi faktor-faktor kemenangan, baik dalam maupun di luar lapangan bulu tangkis. Meski demikian, keuntungan ini tidak menjamin mereka akan selalu meraih gelar. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada ruang untuk kemajuan.

PJswift juga menyoroti masalah yang sama pada BAM. Meski memiliki sumber daya yang melimpah, masih terjadi pemborosan sumber daya karena keputusan yang tidak jelas dari para pengambil keputusan. Para pelatih juga tidak memberikan tugas video pertandingan kepada pemain yang kalah dalam pertandingan awal. Menurut PJswift, tugas ini dianggap penting sebagai pendorong motivasi bagi pemain untuk meraih kemenangan jika perbedaan antara menang dan kalah sangat tipis. Selain itu, tugas ini juga penting dalam persiapan pertandingan. Menurut dia, catatan pelatih bukanlah pengganti yang memadai. BAM tidak mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang ada saat ini.

Meski menghadapi masalah tersebut, BAM masih mampu menghasilkan juara di nomor tunggal putra dan ganda putra. Hal ini menunjukkan potensi BAM yang belum tergarap dengan baik. PJswift berpendapat bahwa jika manajemen BAM mampu memperbaiki masalah ini, BAM akan mampu menghasilkan lebih banyak lagi gelar juara.

Pengamat juga menyoroti situasi di Indonesia (INA). Para pemain bulu tangkis dari INA dikenal memiliki semangat juang yang tinggi namun terbatas dalam stamina. Namun, setelah INA mempekerjakan pelatih dari Australia untuk meningkatkan kebugaran pemain, seperti Sony, misalnya, mampu bertahan cukup lama untuk meraih gelar juara berturut-turut, bahkan mengalahkan pemain tunggal putra CHN yang kuat seperti BCL dan CJ. Pengamat berharap INA terus menginvestasikan pada pelatih kebugaran fisik, yang menjadi kelemahan utama mereka. Jika masalah ini dapat diselesaikan, gelar juara akan mengikuti.

Pengamat juga berpendapat bahwa bulu tangkis di Jepang memiliki ruang yang sangat besar untuk meningkatkan prestasinya. Jika mereka mampu menarik lebih banyak pelatih berbakat untuk membentuk tim pelatih yang lebih besar guna merawat bakat-bakat muda mereka, Jepang dapat menjadi kekuatan yang tangguh. Pemain-pemain Jepang cenderung disiplin dan memiliki semangat juang yang tinggi. Ini merupakan faktor-faktor yang baik untuk meraih kesuksesan.

Sumber

Brendan Murphy https://ohwboutique.com

Brendan Murphy adalah seorang jurnalis berbakat yang dikenal karena pengamatannya yang tajam terhadap detail dan hasratnya dalam bercerita. Dengan kemampuannya untuk mengungkapkan narasi yang memikat, Brendan telah menetapkan dirinya sebagai seorang yang dipercaya dalam dunia jurnalistik. Dedikasinya untuk menyampaikan berita yang akurat dan menggugah pemikiran telah membuatnya memiliki reputasi yang sangat baik. Dilengkapi dengan rasa ingin tahu yang tak kenal lelah dan kepiawaiannya dalam merangkai kata-kata, Brendan Murphy terus menginspirasi dan memberi informasi kepada pembaca melalui artikel-artikel yang menarik dan cerita yang menggugah.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours