Berita NBA Terbaru: Atlanta Hawks dan Toronto Raptors di Ambang Mediokritas

4 min read

Dalam berita terkini NBA, baca tentang perjuangan Atlanta Hawks dan Toronto Raptors yang menghindari mediokritas.

Atlanta Hawks dan Toronto Raptors Kesulitan saat Mediokritas Mengancam NBA

Dalam serangkaian penampilan yang mengecewakan belakangan ini, Atlanta Hawks dan Toronto Raptors menemukan diri mereka menjauhi strategi ‘tanking’ namun berada di ambang mediokritas yang membayang di NBA. Dengan kedua tim hanya berhasil meraih tiga kemenangan dalam sepuluh pertandingan terakhir mereka, prospek masa depan mereka semakin redup, dan aspirasi playoff mereka berada dalam bahaya.

Lanskap NBA seringkali memberikan penghargaan kepada tim yang berjuang di bagian bawah klasemen dengan janji mendapatkan pick draft tinggi, semacam sinar harapan setelah berbulan-bulan mengalami penderitaan olahraga. Namun, tim-tim di tengah-tengah klasemen tidak menerima hadiah ataupun hukuman, membuat mereka terjebak dalam semacam purgatorium. Inilah persisnya tempat di mana Atlanta Hawks dan Toronto Raptors saat ini berada, tidak dapat melepaskan diri dari persentase kemenangan 50% yang menakutkan dan kekurangan daya tembak untuk bersaing pada level elit.

Dalam pertandingan terakhir, kedua tim menghadapi lawan-lawan tangguh di Wilayah Timur, dengan Toronto melawan Philadelphia 76ers dan Atlanta bersaing melawan Miami Heat. Meskipun upaya luar biasa, baik tim tidak dapat mengamankan kemenangan, lebih memperkuat status mereka sebagai tim yang berjuang dengan mediokritas. Bagi Raptors, kesulitan di jalan terus berlanjut, mengumpulkan catatan 3-9 sebagai tim tamu dan menghadapi tantangan baik dalam efisiensi serangan maupun pertahanan.

Trae Young dari Atlanta Hawks memamerkan upaya individu yang luar biasa, mencetak setidaknya 30 poin dan 10 assist untuk keenam kalinya berturut-turut. Meskipun penampilan gemilangnya, Hawks menemukan diri mereka dalam tren negatif 3-7 pada bulan Desember. Duncan Robinson dari Miami Heat muncul sebagai duri di sisi Hawks, mencetak 21 poin penting dalam kuarter keempat untuk menutup kemenangan bagi timnya.

Kesulitan kedua tim ini meluas di luar penampilan terbaru mereka, karena mereka menduduki peringkat di antara lima terbawah dalam liga selama sepuluh pertandingan terakhir. Secara defensif, Hawks menemukan diri mereka sebagai tim terburuk ketiga, sementara Raptors berada di peringkat kesembilan. Kedua tim sepertinya jauh dari kontensi yang nyata, terutama ketika diukur melawan tim-tim seperti Philadelphia, Boston, Miami, dan Milwaukee—elit Wilayah Timur.

Selama dua tahun terakhir, bahkan tim-tim seperti New York Knicks, Cleveland Cavaliers, dan Orlando Magic berhasil melampaui Hawks dan Raptors dalam klasemen. Pertanyaan besar muncul mengenai masa depan kedua tim ini, terutama dengan batas waktu trade yang semakin dekat. Pasar perolehan pemain berikutnya bisa melihat pergerakan signifikan dari dua franchise yang berjuang ini, karena terjebak dalam mediokritas dianggap sebagai nasib yang jauh lebih buruk daripada melewati fase pembangunan kembali.

Seiring berjalannya musim, kedua tim ini harus mengevaluasi dengan hati-hati skuad mereka, strategi pelatihan, dan peluang pertukaran potensial untuk menghindari tenggelam lebih dalam ke dalam jurang mediokritas. Dengan persaingan semakin ketat di Wilayah Timur, keputusan yang diambil dalam beberapa minggu mendatang dapat membentuk lintasan dari kedua franchise ini untuk musim-musim yang akan datang. Nasib pemain seperti Pascal Siakam dan Scottie Barnes untuk Raptors serta Trae Young yang mengesankan untuk Hawks berada dalam genggaman, karena organisasi ini bergumul dengan pilihan sulit antara membangun kembali atau dorongan putus asa untuk relevansi playoff.

Dalam perspektif yang lebih luas, hasil pertandingan NBA malam itu menampilkan pertandingan yang menarik dan menyoroti kesulitan tim-tim lainnya. Toronto Raptors kalah dari Philadelphia 76ers dengan skor akhir 111-121, sementara Denver Nuggets berhasil meraih kemenangan ketat melawan Brooklyn Nets dengan skor 122-117. Dallas Mavericks menghadapi tantangan yang tangguh melawan Houston Rockets, menghasilkan skor tidak seimbang 96-122 untuk keuntungan Rockets.

Phoenix Suns, dengan bintang-bintang seperti Kevin Durant dan Devin Booker, mengalami kekalahan melawan Sacramento Kings, menyoroti masalah pertahanan dan kesulitan serangan. Kings memanfaatkan kerentanan Suns, meraih kemenangan 105-120. Sementara itu, Washington Wizards, dipimpin oleh kembalinya Jordan Poole, tidak dapat bersaing dengan duo hebat Splash Brothers milik Golden State Warriors—Stephen Curry dan Klay Thompson. Warriors meraih kemenangan meyakinkan 129-118, memperpanjang rentetan kemenangan mereka menjadi empat pertandingan, bahkan tanpa kehadiran Draymond Green yang masih menjalani sanksi.

Selain itu, krisis Dallas Mavericks semakin dalam saat mereka menderita kekalahan ketiga berturut-turut, kali ini melawan Houston Rockets. Ketidakhadiran, termasuk Kyrie Irving dan Dereck Lively II, membuat Mavericks kewalahan dan tidak mampu bersaing dengan penampilan dominan Rockets. Rockets, yang dipimpin oleh Alperen Sengun dengan 22 poin dan 15 rebound, bergerak menuju kemenangan 122-96, meninggalkan Mavericks dalam posisi yang rentan dengan catatan 16-12.X,X,X,X,X,X,X,X,X

Meskipun tanpa kehadiran bintang mereka Luka Dončić, kesulitan Mavericks menyoroti pentingnya pemain kunci dalam menjaga konsistensi. Dengan catatan 16-7 saat Lively berada di starting lineup dan catatan 0-5 yang mengkhawatirkan tanpa dia, nasib tim tampaknya erat terkait dengan kehadiran rookie mereka di lini tengah. Saat Mavericks berusaha mendapatkan pijakan kembali di Wilayah Barat yang kompetitif, kembalinya pemain kunci menjadi sangat penting bagi aspirasi playoff mereka.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours